MAKALAH
HASIL KEBUDAYAAN MANUSIA PURBA
DI SUSUN OLEH :
|
Nama
Luh Kadek Rika Devi
Ni Wayan Wartini
Ni Komang Nataliani
Sang Ayu Novi
|
Nomor
( 23 )
( 31 )
( 17 )
( 27 )
|
Kelas
X5
X5
X5
X5
|
SMA NEGERI 1 SUSUT
KATA PENGANTAR
Rasa
sukur yang dalam kami smpaikan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan
Yang Maha Esa kehadirat Tuhan Yang Maha Pemurh, karena berkat kemurahannya
dapat saya selesaikan sesuai yang di harapkan. Dalam makalah ini saya membahas
tentang “Hasil Kebudayaan Manusia Purba” .
Makalah
ini di buat dalam rangka tugas pelajaran sejarah yang diberikan oleh Ibu guru
dan memperdalam pemahaman masalah yang sangat di perlukan dalam suatu harapan
supaya materi ini dapat dapat di manfaatkan oleh para siswa – siswi “Sejarah”.
Dalam
proses pendalaman materi ini, tentunya saya mendapatkan saran, arahan dan
koreksi, untuk itu rasa trimakasi yang sedalam-dalamnya saya sampaikan pada
Guru.
TERIMAKASI.
Bangli 24, September 2012
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB
I PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang Masalah
2.
Rumusan
Masalah
BAB
II PEMBAHASAN
HASIL KEBUDAYAAN MANUSIA PURBA
-
Arkeologi (
Benda )
-
Kepercayaan
-
Sosial
Ekonomi Politik
BAB
III PENUTUP
KESIMPUALN
DAFTAR
PUSTAKA
`BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR
BLAKANG
Pada masa
zaman purba ini alat – alat untuk berburu dan perhiasan masih menggunakan
batu-batuan dan tulang – tulang hewan.
Kepercayaan
yaitu Dinamisme dan Animisme
Dinamisme,
yaitu kepercayaan terhadap
bneda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Misalnya : batu,
kerisAnimisme, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka yang
bersemayam dalam batu-batu besar, gunung, pohon besar. Roh tersebut dinamakan
Hyang.
2. RUMUSAN
MASALAH
-
Mencari tau arkeologi nya
-
Kepercayaan dalam bidang ketuhanan
-
Sosial ekonomi politik
BAB II PEMBAHASAN
HASIL KEBUDAYAAN MANUSIA PURBA CORAK
KEHIDUPAN PRASEJARAH INDONESIA DAN HASIL BUDAYANYA
Hasil kebudayaan manusia prasejarah
untuk mempertahankan dan memperbaiki pola hidupnya menghasilkan dua bentuk
budaya yaitu :
• Bentuk budaya yang bersifat Spiritual
• Bentuk budaya yang bersifat Material
• Bentuk budaya yang bersifat Spiritual
• Bentuk budaya yang bersifat Material
i. Masyarakat Prasejarah mempunyai
kepercayaan pada kekuatan gaib yaitu :
• Dinamisme, yaitu kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Misalnya : batu, keris
• Dinamisme, yaitu kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Misalnya : batu, keris
• Animisme,
yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka yang bersemayam dalam
batu-batu besar, gunung, pohon besar. Roh tersebut dinamakan Hyang.
ii. Pola kehidupan manusia
prasejarah adalah :
• Bersifat
Nomaden (hidup berpindah-pindah), yaitu pola kehidupannya belum menetap dan berkelompok
di suatu tempat serta, mata pencahariannya berburu dan masih mengumpulkan
makanan
• Bersifat Sedenter (menetap), yaitu pola kehidupannya sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap di suatu tempat, mata pencahariannya bercocok tanam. Muali mengenal norma adat, yang bersumber pada kebiasaan-kebiasaan
• Bersifat Sedenter (menetap), yaitu pola kehidupannya sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap di suatu tempat, mata pencahariannya bercocok tanam. Muali mengenal norma adat, yang bersumber pada kebiasaan-kebiasaan
iii. Sistem bercocok tanam/pertanian
• Mereka mulai menggunakan pacul dan bajak sebagai alat bercocok tanam
• Menggunakan hewan sapi dan kerbau untuk membajak sawah
• Sistem huma untuk menanam padi dan Belum dikenal sistem pemupukan
• Mereka mulai menggunakan pacul dan bajak sebagai alat bercocok tanam
• Menggunakan hewan sapi dan kerbau untuk membajak sawah
• Sistem huma untuk menanam padi dan Belum dikenal sistem pemupukan
iv. Pelayaran
Dalam pelayaran manusia prasejarah sudah mengenal arah mata angin dan mengetahui posisi bintang sebagai penentu arah (kompas)
Dalam pelayaran manusia prasejarah sudah mengenal arah mata angin dan mengetahui posisi bintang sebagai penentu arah (kompas)
v. Bahasa
• Menurut hasil penelitian Prof. Dr. H. Kern, bahasa yang digunakan termasuk rumpun bahasa Austronesia yaitu : bahasa Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.
• Terjadinya perbedaan bahasa antar daerah karena pengaruh faktor geografis dan perkembangan bahasa.
• Menurut hasil penelitian Prof. Dr. H. Kern, bahasa yang digunakan termasuk rumpun bahasa Austronesia yaitu : bahasa Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.
• Terjadinya perbedaan bahasa antar daerah karena pengaruh faktor geografis dan perkembangan bahasa.
1. CIRI ZAMAN
PRASEJARAH INDONESIA
ZAMAN BATU
zaman ini terbagi menjadi 4 zaman yaitu
:
Palaeolithikum (Zaman Batu
Tua),
Pada zaman ini alat-alat terbuat dari
batu yang masih kasar dan belum dihaluskan. Contoh alat-alat tsb adalah :
Kapak Genggam, banyak ditemukan di
daerah Pacitan. Alat ini
biasanya disebut "Chopper" (alat penetak/pemotong)
Alat-alat dari
tulang binatang atau tanduk rusa : alat penusuk (belati), ujung tombak
bergerigi
Flakes, yaitu alat-alat kecil yang
terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.
Alat-alat dari
tulang dan Flakes, termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kegunaan alat-alat ini
pada umumnya untuk : berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan.
Berdasarkan
daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat
dikelompokan menjadi :
Kebudayaan Pacitan dan Ngandong
Manusia pendukung kebudayaan
Pacitan :
Pithecanthropus dan
Ngandong : Homo
Wajakensis dan Homo soloensis.
Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)
Ciri zaman Mesolithikum :
Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan
zaman Palaeolithikum.
Ditemukannya bukit-bukit kerang
dipinggir pantai yang disebut "kjoken modinger" (sampah dapur) Kjoken
=dapur, moding = sampah)
Alat-alat zaman Mesolithikum :
Kapak genggam (peble)
Kapak pendek (hache Courte)
Pipisan (batu-batu penggiling)
Kapak-kapak
tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah
Alat-alat di
atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores
Alat-alat
Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang disebut "Abris Sous
Roche " Adapun alat-alat tersebut adalah :
Flaces (alat
serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk
mengupas kapak,
alat-alat dari
tulang dan tanduk
rusa,
Alat-alat ini
ditemukan di gua
lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya : Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung
terbuat dari Tulang)
Tiga bagian penting Kebudayaan
Mesolithikum,yaitu :
Peble-Culture
(alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger
Bone-Culture (alat kebudayaan dari
Tulang)
Flakes Culture (kebudayaan alat
serpih) didapatkan di Abris sous Roche
Manusia Pendukung Kebudayaan
Mesolithikum adalah bangsa Papua -Melanosoid
Neolithikum
(Zaman Batu Muda)
Pada zaman ini alat-alat terbuat
dari batu yang sudah dihaluskan.
Contoh alat tersebut :
Kapak
Persegi, misalnya : Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan
di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
Kapak Bahu,
sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya
diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa
Kapak Lonjong, banyak ditemukan di
Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak
Perhiasan ( gelang dan kalung dari batu
indah), ditemukan di jAwa
Pakaian (dari kulit kayu)
Tembikar (periuk belanga), ditemukan di
daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba)
Manusia
pendukung Kebudayaan Neolithikum adalah bangsa Austronesia (Austria) dan
Austro-Asia (Khmer Indochina)
Megalithikum (Zaman Batu Besar )
Hasil kebudayaan zaman Megalithikum
adalah sebagai berikut :
Menhir , adalah
tugu batu yang didirikan sebagai tempat pemujaan untuk memperingati arwah nenek
moyang
Dolmen, adalah
meja batu, merupakan tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang,
Adapu;a yang digunakan untuk kuburan
Sarchopagus
atau keranda, bentuknya seperti lesung yang mempunyai tutup
Kubur batu/peti
mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu
sama lain
Punden
berundak-undak, bangunan tempat pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat
ZAMAN LOGAM
zaman ini terbagi menjadi 2 zaman yaitu
:
1. Zaman Perunggu
Hasil
kebudayaan perunggu yang ditemukan di Indonesia adalah :
Kapak Corong
(Kapak Perunggu), banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa, Balio, Sulawesi
dan Kepulauan Selayar dan Irian. Kegunaannya sebagi alat perkakas.
Nekara perunggu(Moko),
bebrbentuk seperti dandang. Banyak ditemukan di daerah : Sumatera, Jawa Bali,
Sumbawa, Roti, Leti, Selayar dan Kep. Kei. Kegunaan untuk acara keagamaan dan
maskawin.
Bejana
Perunggu, bentuknya mirip gitar Spanyol tetapi tanpa tangkai. Hanya ditemukan
di Madura dan Sumatera
Arca-arca
Perunggu, banyak ditemukan di Bangkinang(Riau), Lumajang (Jatim) dan Bogor
(Jabar)
Perhiasan :
gelang, anting-anting, kalung dan cincin.
Kebudayaan
Perunggu sering disebut juga sebagi kebudayaan Dongson-Tonkin Cina karena
disanalah Pusat Kebudayaan Perunggu.
2. Zaman Besi
Pada masa ini
manusia telah dapat melebur besi untuk dituang menjadi alat-alat yang
dibutuhkan, pada masa ini di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang
terbuat dari besi.
Alat-alat
yang ditemukan adalah :
Mata kapak,
yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu
Mata Sabit,
digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan
Mata pisau
Mata pedang
Cangkul, dll
Jenis-jenis
benda tersebut banyak ditemukan di Gunung Kidul(Yogyakarta), Bogor, Besuki dan
Punung (Jawa Timur)
KEHIDUPAN
MASYARAKAT PRASEJARAH
FOOD
GATHERING
Ciri zaman ini
adalah :
Mata
pencaharian berburu dan mengumpulkan makanan
Nomaden, yaitu
Hidup berpindah-pindah dan belum menetap
Tempat
tinggalnya : gua-gua
Alat-alat yang
digunakan terbuat dari batu kali yang masih kasar, tulang dan tanduk rusa
Zaman ini
hampir bersamaan dengan zaman batu tua (Palaeolithikum) dan Zaman batu tengah
(Mesolithikum)
FOOD
PRODUCING
Ciri zaman
ini adalah :
Telah mulai
menetap
Pandai membuat
rumah sebagi tempat tinggal
Cara
menghasilkan makanan dengan bercocok tanam atau berhuma
Mulai
terbentuk kelompok-kelompok masyarakat
Alat-alat
terbuat dari kayu, tanduk, tulang, bambu ,tanah liat dan batu
Alat-alatnya
sudah diupam/diasah
Zaman
bercocok tanam ini bersamaan dengan zaman Neolithikum (zaman batu muda) dan
Zaman Megalithikum (zaman batu besar)
ZAMAN
PERUNDAGIAN
Manusia
telah pandai membuat
alat-alat dari logam dengan keterampilandan keahlian khusus
Teknik
pembuatan benda dari logam disebut a cire perdue yaitu, dibuat model cetakannya dulu
dari lilin yang ditutup dengan tanah liat kemudian dipanaskan sehingga lilinya
mencair. Setelah itu dituangkan logamnya.
Tingkat
perekonomian masyarakat telah mencapai kemakmuran
Sudah
mengenal bersawah
Alat-alat
yang dihasilkan : kapak corong, nekara,pisau, tajak dan alat pertanian dari
logam
Telah
mencapai taraf perkembangan sosial ekonomi yang mantap
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN
Pada zaman mesolitikum di Indonesia,
manusia hidup tidak jauh berbeda dengan zamanpaleolitikum, yaitu dengan berburu dan
menangkap ikan, namun manusia pada masa itu juga mulai mempunyai tempat tinggal
agak tetap dan bercocok tanam secara sederhana.Tempat tinggal yang mereka pilih
umumnya berlokasi di tepi pantai (kjokkenmoddinger) dan goa-goa (abris
sous roche) sehingga di lokasi-lokasi tersebut banyak ditemukan
berkas-berkas kebudayaan manusia pada zaman itu.
DAFTAR
PUSTAKA
http/www.manusi_purba.co.id
http/www.wikepedia_benda-bendan_dan_sejarah<purba.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar